Tampilkan postingan dengan label kerudung anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerudung anak. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Mengapa memakai Bahan TC?


Kerudung anak Qurrata Kidz yang kami produksi, menggunakan bahan kaos TC (Teteron Cotton). Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Bahan kaos ini tidak gampang susut/melar karena pencucian berkali-kali.

Mayoritas kerudung anak berbahan kaos, menggunakan bahan PE. Hanya sebagian kecil yang menggunakan bahan TC. Hal ini bisa dimaklumi karena harga kaos PE lebih murah dari TC. Kaos PE (Polyester) adalah Jenis bahan yang terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi kemudian dibuat untuk bahan kaos berupa serat fiber poly. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas jika dipakai.

Jika bahan kerudung anak yang dipakai tidak nyaman atau panas, maka akan sulit bagi anak untuk belajar menggunakan kerudung anak.

Raya, buah hati kami yang cantik, sudah sangat nyaman dengan menggunakan kerudung berbahan kaos TC. Ini terbukti ketika kami bepergian, dan Raya menggunakan kerudung Qurrata Kidz, tidak pernah Raya meminta untuk membuka kerudungnya. Walaupun cuaca sangat panas, dan kami mengendarai motor.

Mudah-mudahan upaya kami menjadi sebuah amal shalih yang mencoba membiasakan anak-anak beribadah sejak dini.

Wassalam,
Achmad Faisal

Selasa, 15 Juni 2010

Bakso Isi Motivasi. Mau?


Hari Ahad, 30 Juni 2010, selepas mengikuti pengajian Ahad di Viaduct, aku dan istri ditemani Raya “Qurrata Kidz”, puteriku yang manis, dengan kerudung anaknya, berkunjung ke rumah yang sekaligus tempat usaha sahabatku. Ya, Mas Yudi dan Teh Indri, sepasang suami-istri yang memancangkan tekad untuk jadi entrepreneur, dengan cara membuka warung bakso. Jika hanya sekedar warung bakso, tentu tidak ada yang istimewa. Namun, warung bakso yang dinamai “Lagege” (yang berarti ramai, padat, crowd), ini memiliki Tagline: “Bakso Isi Motivasi”. Koq bisa? Bakso khan biasanya berisi daging sapi, urat, atau jenis makanan lainnya. Ini bakso isinya motivasi?
Apakah di dalam bakso itu terdapat nama-nama/photo-photo motivator hebat? Apakah Bakso tersebut isinya Jamil Azzaini? Tung Desem? Purdie Chandra? Atau yang lainnya?
Jawabannya bisa anda dapatkan ketika masuk ke dalam warung bakso “Lagege” yang terletak di Jl. Geger kalong HIlir no.104 (100 m Setelah Divlat Telkom) itu. Ya, begitu anda masuk ke dalam dan mengambil tempat duduk yang tersedia. Maka, ke sudut manapun pandangan mata anda diarahkan, anda akan menemukan rangkaian kata-kata inspiratif yang memotivasi dari para motivator dunia. “Ubahlah hidup anda hari ini, Jangan pernah bertaruh untuk masa depan. Melangkahlah sekarang , jangan menunda-nunda”, merupakan salah satu tulisan motivasi yang dipampang cukup besar di ruangan warung Bakso Lagege. Mulai dari hiasan dinding, tempat tisu, hingga tempat merica dan garam pun ditulisi kata-kata motivasi pembangkit semangat. Bahkan menu yang disajikan pun cukup unik. Ada Bakso Soun Proaktif, Bakso Campur Integritas, Bakso Yamin Antusias, Es T eh Inspiratif, Es Jeruk Komunikatif, Teh hangat Preventif, Jeruk hangat efektif, dll. Menurut pemiliknya, rangkaian kata-kata motivasi itu akan diganti setiap bulan, bahkan mungkin setiap minggu.

Konsep yang cukup unik dan original. Dalam jagat per-bakso-an yang kompetisinya sangat ketat, mencari diferensiasi yang cukup mencolok, menjadi hal yang mutlak. Selama ini orang berkonsentrasi menyajikan bakso dengan beraneka bentuk dan rasanya. Semua terfokus pada makanannya. Namun dengan sangat berani, Bakso Lagege menjual keunikannya dari hal di luar makanan bakso itu sendiri. Walaupun masalah citarasa tetap menjadi perhatian utama.

Jika anda ingin suasana baru dalam menikmati bakso. Atau anda sedang dalam kondisi mumet, stress, gelisah, dan membutuhkan motivasi yang menyegarkan? Warung Bakso Lagege bisa menjadi alternatif untuk mengusir kepenatan anda.
So… mau menikmati bakso yang penuh motivasi dan inspirasi? Coba deh, datang ke Warung Bakso Lagege, bakal ada kesan baru yang anda dapatkan.

Selasa, 20 April 2010

Anda Puas, Kami Puas


“Gunakan produk anda sendiri, sebagaimana pelanggan anda menggunakan produk anda”. Ungkapan lama ini konon dulu asalnya dari iklan-iklan makanan anjing di AS pada awal era TV masih serba Live, dimana hingga iklan berakhir seringkali anjingnya sendiri ternyata ogah menyantap makanan yang diiklankan.” (Fauzi Rachmanto. ‘Santaplah Makanan Anjing Anda Sendiri’. 2009)

Hal ini saya alami sendiri. Dalam menciptakan produk kerudung anak, saya selalu mencobakan kerudung itu kepada anak saya. Kalau dia merasa nyaman, maka produk itu berani saya lempar ke pasar. Namun kalau anak saya sendiri sudah tidak nyaman, maka tidak mungkin saya meluncurkan model itu ke pasaran.

Namun kami pernah mengalami dilema. Ketika kami salah memilih vendor. Model yang bagus bisa jadi jelek manakala vendor pembuat model tersebut tidak profesional. Mungkin kami juga salah, karena tidak secara ketat menerapkan proses QC dengan baik. Sehingga ketika barang suah dibuat banyak sesuai pesanan, barulah kami sadar bahwa hasilnya sangat tidak memuaskan. Kami pun kebingungan, karena modal terbatas, sangat berat jika barang itu disimpan atau dibuang begitu saja. Apalagi kami hanya memiliki modal pinjaman pas-pasan. Itupun perjuangan untuk memperolehnya sangat memeras keringat dan mental. Lantas apa yang kami lakukan? Kami paksakan barang itu tetap dijual, kecuali yang kesalahannya parah banget. Hasilnya? Alhamdulillah,…… Sulit sekali terjualnya. Bahkan ketika kami jual dengan harga reject pun, masih sangat sulit terjual.

Terus bagaimana? Akhirnya kami ambil keputusan untuk mensedekahkannya. Itupun dengan setengah hati. Setengah hati bukan karena berat mengeluarkan sedekah, tapi berat ketika harus bersedekah dengan kerudung yang kualitasnya jelek. Takutnya jadi mengikuti sifat Qabil dalam berqurban kepada Allah. Namun daripada barang itu mubazir, tentu diberikan kepada yang membutuhkan masih lebih baik, apalagi kerudungnya masih bisa dipakai, hanya kualitasnya saja yang kurang bagus. Dan Alhamdulillah beberapa hari setelah kami sedekahkan kerudungnya, kami dapat order pembelian dari teman lama yang tidak diperkirakan sama sekali.

Dari kejadian itu, kami belajar banyak hal. Diantaranya kami harus lebih serius lagi dalam proses produksi sehingga tidak mengecewakan konsumen. Karena ketika kerudung anak yang diproduksi mengecewakan konsumen, sama saja dengan mengecewakan kami sendiri. Ya, bahkan ada satu agen potensial yang tidak jadi order karena tidak puas dengan kualitas kerudung anak yang kami miliki. Dia kecewa, kami pun kecewa karena kehilangan calon pelanggan yang potensial.

Jadi sekarang, jika ada konsumen yang tidak puas membeli kerudung anak Qurrata Kidz, maka kami siap mengganti atau melakukan cash back. Walau resikonya sangat berat kami rasakan. Namun, demi kebaikan semua, dan demi masa depan Qurrata Kidz, kami besedia menangung beban itu.

Selanjutnya, kami akan lebih selektif lagi memilih vendor, melakukan cek-ricek pada proses QC, hingga menetapkan standar secara tegas bagi vendor yang menyuplai barangnya ke kami. Yang pasti, kami akan tetap komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Hingga pada akhirnya, kerudung anak Qurrata Kidz yang kami lempar ke pasar adalah produk yang sudah dicoba dan dirasakan kenyamanan memakainya. Puteri kecil kami yang masih polos dan jujur, dialah “Tester”pertama kali yang akan merasakan nyaman-tidaknya kerudung anak Qurrata Kidz.